Laporan
OBSERVASI GEOGRAFI
HIDROLOGI
(
DESA LIMPOK
)
Disusun
Oleh:
ILHAM
MAULANA
(
1406101040039 )
Dosen Pembimbing :
Drs. Hasmunir, M.Si
UNIVERSITAS
SYIAH KUALA
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
S-1
PENDIDIKAN GEOGRAFI
BANDA
ACEH
2016
KATA PENGANTAR
Syukur
Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat ALLAH
SWT, karena atas berkah dan rahmat-Nyalah penulis telah dapat menyelesaikan Laporan Geografi
Hidrologi, dimana Laporan ini merupakan bagian dari Mata Kuliah. Tak lupa
pula shalawat dan salam saya sampaikan kepada Nabi Muhammad saw yang
telah mengarahkan manusia kejalan hidup yang benar.
Dalam penulisan Laporan ini, saya merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknik penulisan maupun materi yang ada di
dalamnya, mengingatakan kemampuan
yang saya miliki. Pada kesempatan ini tidak lupa pula saya menyampaikan ucapan Terima Kasih kepada Bapak Drs. Hasmunir, M.Si beserta Assistantnya
yang telah membantu dan membimbing dalam kegiatan ini.
Banda Aceh, 2 Juni 2016
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................ i
DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii
BAB I Pendahuluan .................................................................................... 1
1.1 Lata Belakang ........................................................................................... 1
1.2 Tujuan Observasi ....................................................................................... 1
1.3 Manfaat ...................................................................................................... 2
BAB II LANDASAN TEORI .............................................................................. 3
2.1 Pengertian Geohidrologi ............................................................................ 3
2.2 Air Tanah.................................................................................................... 3
2.3 Akuifer ....................................................................................................... 4
2.4 Jenis-Jenis Akuifer ..................................................................................... 5
2.5 Hidrologi Sumur (Pergerakan Alira Air Sumur) ........................................ 8
BAB III Prosedur Kerja ............................................................................ 10
3.1 Waktu dan Tempat Observasi .................................................................... 10
3.2 Alat dan Bahan Observasi ......................................................................... 10
3.3 Cara Kerja .................................................................................................. 12
BAB IV Hasil dan peNGAMATAN............................................................. 15
4.1 Hasil Pengamatan Sumur A,B dan C ........................................................ 15
Bab V Penutup ............................................................................................... 16
5.1 Kesimpulan ................................................................................................ 16
5.2 Saran .......................................................................................................... 16
Daftar Pustaka........................................................................................... 17
DAFTAR
LAMPIRAN ....................................................................................... 18
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Air tanah adalah air yang berada di
bawah permukaan tanah pada zona jenuh air, dengan tekanan hidrostatis sama atau
lebih besar daripada tekanan udara. Sumber utama air tanah adalah air hujan
yang meresap ke dalam tanah mengikuti suatu proses yang disebut daur hidrologi.
Selain dari air hujan, air tanah dapat pula berasal dari air yang berada di
luar daur hidrologi.
Untuk menentukan arah aliran air
tanah secara lokal, dapat dilakukan dengan menggunakan tiga buah sumur yang
diketahui ketinggian tertentu dapat ditentukan arah alirannya, dengan cara
menarik garis aliran tegak lurus garis kontur tersebut. Garis aliran pada peta
kontur muka air tanah sangat bermanfaat untuk menentukan lokasi sumur baru.
Aliran permukaan dapat berfungsi
sebagai pemberi air (influent stream) dan sebagai penerima air (effluent
stream). sebagai pemberi air apabila kedudukan aliran permukaan lebih dangkal
dibandingkan kedudukan muka air tanah. Sebagai penerima air apabila kedudukan
aliran permukaan lebih dalam dibandingkan kedudukan muka air tanah.
1.2
Tujuan Observasi
Tujuan dalam laporan kali ini adalah untuk memberikan
pemahaman kepada Mahasiswa mengetahui langsung berdasarkan praktek lapangan
dari ke tiga sumur tersebut dengan mengetahui suhu udara, suhu air, kedalaman
muka air, pH sumur, warna, kecerahan, dan rasa air tersebut.
1.3 Manfaat
Manfaat praktikum ini yaitu memberikan pemahaman kepada kami
semua bagaimana mengukur diameter muka sumur dan kami juga dapat mengukur
sendiri berapa suhu udara – air maupun pH dan pengukuran lainnya. Dengan
melakukan Observasi ini kami banyak mendapatkan manfaat untuk pedoman membuat
sumur galian yang baik dan terjaga kualitas maupun kuantitasnya dari
percemaran.
BAB II
Landasan Teori
2.1
Pengertian Geohidrologi
Geohidrologi adalah cabang
ilmu hidrologi yang mempelajari keberadaan persebaran, pergerakan serta sifat
fisik dan kimia air di bawah permukaan tanah.
Selain geohidrologi cabang
hidrologi. Hidrologi adalah ilmu yang mempelajari air dalam segala bentuknya
(cairan, gas dan padat) dan diatas permukaan tanah termasuk didalamnya adalah
penyebaran daur dan perilakunya, sifat-sifat fisika dan kimianya, serta
hubungannya dengan unsur-unsur hidup dalam air itu sendiri.
Ada beberapa pengertian hidrologi, hidrologi
juga berarti cabang ilmu Geografi yang mempelajari pergerakan, distribusi, dan kualitas air di seluruh bumi, termasuk siklus hidrologi dan sumber daya air. Orang yang ahli dalam
bidang hidrologi disebut hidrolog, bekerja dalam bidang ilmu bumi dan ilmu lingkungan, serta teknik sipil dan teknik lingkungan. Hidrologi merupakan suatu
ilmu yang mengkaji tentang kehadiran dan gerakan air di alam. Studi hidrologi
meliputi berbagai bentuk air serta menyangkut perubahan-perubahannya, antara
lain dalam keadaan cair, padat, gas, dalam atmosfer, di atas dan di bawah permukaan
tanah (air tanah), distribusinya,
penyebarannya, gerakannya dan lain sebagainya, temasuk di dalamnya mengkaji asal usul air tanah.
2.2 Air Tanah
Air Tanah adalah air (yang berasal
dari air hujan) yang tersimpan pada rongga-rongga (porosity/intencities)
batuan atau tanah pada rongga jenuh yang bergerak. Rongga jenuh
disebut juga saturated zone. Air Tanah bergerak dengan kecepatan maksimum
10m/hari dan kecepatan minimum 1m/hari. Secara umum berarti ada airtanah yang
bergerak lebih cepat dan lebih lambat dari 10m/hari dalam kondisi tertentu.
namun ada juga dalam suatu tempat yang airtanahnya tidak bergerak. Kecepatan
airtanah bergantung dari kemiringan lereng, jenis batuan, dan struktur batuan.
Tidak setiap batuan memiliki porositas, tergantung dari jenis batuannya.
Keberadaan air tanah sangat tergantung
besarnya curah hujan dan besarnya air yang dapat meresap kedalam tanah.
Faktor
yang mempengaruhi adalah kondisi litologi (batuan) dan geologi setempat. Kondisi
tanah yang berpasir lepas atau batuan yang permeabilitasnya tinggi akan
mempermudah infiltrasi air hujan kedalam formasi batuan. Dan sebaliknya, batuan
dengan sementasi kuat dan kompak memiliki kemampuan untuk meresapkan air kecil.
Dalam hal ini hampir semua curah hujan akan mengalir sebagai limpasan (runoff) dan terus ke laut.
Faktor lainnya adalah perubahan lahan-lahan terbuka menjadi pemukiman dan industri,
serta penebangan hutan tanpa kontrol. Hal tersebut akan sangat mempengaruhi
infiltrasi terutama bila terjadi pada daerah resapan (recharge area) (Usmar
dkk., 2006).
2.3
Akuifer
Akuifer
adalah lapisan batuan dibawah permukaan tanah yang mengandung air dan dapat dirembesi air. Akuifer adalah formasi geologi
atau grup formasi yang mengandung air dan secara signifikan mampu mengalirkan
air melalui kondisi alaminya. Batasan lain yang digunakan adalah reservoir air tanah, lapisan pembawa air. Todd
(1955) menyatakan bahwa akuifer berasal dari Bahasa Latin yaitu aqui dari aqua
yang berarti air dan ferre yang berarti membawa, jadi akuifer adalah lapisan
pembawa air.
Secara umum
dalam ilmu hidrogeologi, akifer merupakan suatu batuan/formasi yang mempunyai kemampuan
menyimpan dan mengalirkan airtanah dengan jumlah yang berarti
(significant). Batuan-batuan yang berumur tua biasanya telah mengalami
kompaksi dan sementasi sehingga ruang antar butiran menjadi rapat termampatkan,
menyebabkan tidak bisa menampung dan meloloskan air dalam jumlah banyak dan
bahkan menjadi kedap air (impermeable).
Dengan kata
lain permeablitas dan porositasnya kecil demikian juga halnya dengan batuan
beku dan batuan metamorfik. Pada zona-zona seperti ini sangat sulit sekali
diharapkannya ada air tanah kecuali batuan-batuan tersebut banyak mengandung
rekahan (fracture) yang selanjutnya disebut sebagai akuifer rekahan (fracture
akuifer) Rekahan dapat disebabkan oleh tiga kemungkinan yaitu :
a.
Pendinganan yang berlangsung pada saat pembentukan
batuan,
b.
Erosi batuan dan pelepasan tekanan dari
overburden,
c.
Efek struktur regional (flexing and faulting).
2.4 Jenis – Jenis Akuifer
Berdasarkan litologinya, akuifer dapat dibedakan
menjadi 4 macam, yaitu:
1)
Akuifer bebas atau akuifer tidak tertekan (Unconfined
Aquifer)
Akuifer bebas atau akuifer tak
tertekan adalah air tanah dalam akuifer tertutup lapisan impermeable, dan
merupakan akuifer yang mempunyai muka air tanah. Unconfined Aquifer adalah
akuifer jenuh air (satured). Lapisan pembatasnya yang merupakan aquitard, hanya
pada bagian bawahnya dan tidak ada pembatas aquitard di lapisan atasnya, batas
di lapisan atas berupa muka air tanah. Permukaan air tanah di sumur dan air
tanah bebas adalah permukaan air bebas, jadi permukaan air tanah bebas adalah
batas antara zone yang jenuh dengan air tanah dan zone yang aerosi (tak jenuh)
di atas zone yang jenuh. Akuifer jenuh disebut juga sebagai phriatic aquifer,
non artesian aquifer atau free aquifer (Wuryantoro, 2007).
Air tanah ini banyak dimanfaatkan
oleh penduduk untuk berbagai keperluan dengan kedalaman sumur umumnya antara 1
– 25 meter. Air tanah bebas masih merupakan sumber utama air bersih bagi sebagian
besar penduduk dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pemanfaatannya dilakukan
dengan cara pembuatan sumur gali dan sumur pantek pada kedalaman kurang dari 20
meter di bawah permukaan, umumnya terdapat pada lapisan pasir, pasir kerikilan,
tufa pasiran dan pasir lanauan. Air tanah bebas di dataran aluvial terdapat
dalam lapisan pasir, pasir lempungan, pasir kerikilan dan pasir
lempungan.
Mutu air tanah bebas bervariasi dari
baik hingga jelek, asin rasa airnya hingga tawar, berwarna keruh hingga jernih.
Kesadahannya berkisar antara 8,5 – 16,7, pH sekitar 6,7 – 11,2, sisa kering 353
– 580, sisa pijar 252 – 420, kadar kandungan ion klorida berkisar 25,5 – 6.685
mg/l, SO4 antara 40,5 – 246,9 mg/l. Khususnya untuk keperluan rumah tangga
sehari-hari, kandungan air tanah bebas di dataran aluvial terkecuali
daerah-daerah sekitar pantai, pemanfaatannya masih dapat dikembangkan.
Sedangkan untuk daerah-daerah yang terletak sekitar 1 – 3 km dari garis pantai,
penggunaan air tanah bebasnya sangat terbatas sekali disebabkan asin hingga
payau rasa airnya. (Anonim3, 2008).
2)
Akuifer tertekan (Confined Aquifer)
Akuifer tertekan adalah suatu
akuifer dimana air tanah terletak di bawah lapisan kedap air (impermeable) dan
mempunyai tekanan lebih besar daripada tekanan atmosfer. Air yang mengalir (no
flux) pada lapisan pembatasnya, karena confined aquifer merupakan akuifer yang
jenuh air yang dibatasi oleh lapisan atas dan bawahnya.
3) Akuifer
bocor (Leakage Aquifer)
Akuifer
bocor dapat didefinisikan suatu akuifer dimana air tanah terkekang di bawah
lapisan yang setengah kedap air sehingga akuifer di sini terletak antara
akuifer bebas dan akuifer terkekang.
4) Akuifer
melayang (Perched Aquifer)
Akuifer yang
disebut akuifer melayang jika di dalam zone aerosi terbentuk sebuah akuifer
yang terbentuk di atas lapisan impermeable. Akuifer melayang ini tidak dapat
dijadikan sebagai suatu usaha pengembangan air tanah, karena mempunyai variasi
permukaan air dan volumenya yang besar.
Sedangkan
menurut Kruseman dan deRieder, 1994. Berdasarkan sifat fisik dan kedudukannya
dalam kerak bumi, akifer dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :
a. Kifer bebas,
yaitu akifer tak tertekan (unconfined aquifer) dan merupakan airtanah dangkal
(umumnya <20 m), umum dijumpai pada daerah endapan aluvial. Airtanah dangkal
adalah airtanah yang paling umum dipergunakan sebagai sumber airbersih oleh
penduduk di sekitarnya.
b. Akifer
setengah tertekan, disebut juga akifer bocor (leaky aquifer), merupakan akifer
yang ditutupi oleh lapisan akitard (lapisan setengah kedap) di bagian atasnya,
dapat dijumpai pada daerah volkanik (daerah batuan tuf).
c. Akifer
tertekan (confined aquifer), yaitu akifer yang terletak di antara lapisan kedap
air (akuiklud), umumnya merupakan airtanah dalam (umumnya > 40 m) dan terletak
di bawah akifer bebas. Airtanah dalam adalah airtanah yang kualitas dan
kuantitasnya lebih baik daripada airtanah dangkal, oleh karenanya umum
dipergunakan oleh kalangan industri termasuk di dalamnya kawasan pertambangan
(Iskandarsyah, 2008).
Gambar: Ilustrasi tiga jenis akuifer menurut kruseman dan deRieder, 1994
2.5 Hidrologika Sumur
(Pergerakan Aliran Air Sumur)
Dalam kajian hidrologika sumur ini membahas tentang tipe-tipe
aliran air tanah menuju sumur yang terjadi akibat pemompaan dan metode-metode
analisis uji coba pompa.
Dalam kajian hidrologika sumur ini merupakan dasar dalam
memahami model pergerakan air di bawah permukaan tanah.
2.5.1
Aliran Steady Searah
Aliran Steady Searah adalah aliran yang tidak berubah karena
perubahan waktu. Aliran ini dibedakan antara aliran pada akuifer tertekan dan
aliran steady pada akuifer bebas.
2.5.2
Aliran Steady ke Sumur
Bila dilakukan pemompaan di suatu sumur, akan terjadi
penurunan muka air tanah di sumur dan disekitar sumur tersebut. Bentuk drawdown atau penurunan muka air tanah
tersebut bila dilihat secara 3 dimensi, bentuk curve drawdown adalah seperti
kerucut yang disebut kerucut depresi.
Aliran ini memiliki tiga tipe aliran yaitu aliran steady ke
sumur pada akuifer tertekan, aliran ke sumur pada akuifer tettekan yang luas,
aliran ke sumur yang menembus akuifer bebas.
2.5.3
Aliran Tidak Steady ke Sumur
Bila sumur yang menembus akuifer tertekan dipompa, pengaruh
pemompaan akan meluas sesuia denga lamanya waktu pemompaan. Drawdown akan terus
turun hingga tercapai keadaan steady. Keadaan aliran air tanah sebelum mencapai
steady disebut aliran tidak steady.
BAB III
PROSEDUR KERJA
3.1
Waktu dan Tempat Observasi
Hari/Tanggal : Rabu/1 Juni 2016
Pukul : 14:00 – 16:15 WIB
Tempat : Desa Limpok. Kec.Darussalam. Kab. Aceh Besar
3.2
Alat dan Bahan Observasi
1)
Thermometer
air
2)
Kertas
lakmus
3)
Timba
4)
Kayu

5)
Meteran

6)
Spidol

7)
Selang

3.3
Cara Kerja
A.
Praktikum I
Langkah I:
1. Tentukan sumur A, sumur B, dan sumur C.
2. Ukurlah jarak atau tinggi dari permukaan air sumur ke
pemukaan sumur pada sumur A dengan menggunakan meteran
3. Ukurlah jarak dari permukaan tanah ke permukaan sumur
4. Kemudian ukurlah diameter sumur A.
5. Hitunglah kedalaman muka air dengan cara jarak permukaan air
ke permukaan sumur dikurang dengan jarak dari permukaan tanah ke permukaan
sumur
6. Ulangi langkah-langkah di atas pada sumur B dan juga sumur C
Langkah II:
1. Pasanglah patokan kayu pada sumur A, B dan C secara vertikal
2. Gunakanlah selang antara kedua sisi masing-masing sumur,
misal antara sumur A dan sumur B
3. Hubungkanlah pada kedua titik
4. Letakkan selang pada kedua patok kayu, dan sesuaikan antara
kedua sumur tersebut.
5. Lalu sesuaikan titik keseimbangan air yang sudah tenang dan
tandailah pada patok dengan spidol
6. Ukurlah jarak dari permukaan sumur ke patok yang telah
ditandai dengan menggunakan meteran
7. Lalu hitunglah jarak permukaan sumur ke patok yang telah
ditandai di tambah dengan permukaan
sumur ke permukaan tanah.
8. Ulangi langkah-langkah di atas terhadap sumur-sumur yang
lain.
B.
Praktikum II
Tujuan
:
1.
Untuk mengetahui Ph air
2.
Untuk mengatahui
tingkat keasamannya
3.
Untuk mengetahui
kelembaban air
4.
Untuk mengetahui
kelembaban udara pada daerah tesebut.
Alat
dan Bahannya adalah sebagai berikut :
1.
Kertas Lakmus
2.
Timba
3.
Thermometer Air
Langkah I:
1. Ukurlah Ph pada ketiga sumur yaitu sumur A, sumur B, dan
sumur C dengan menggunakan kertas lakmus
2. Ambillah air pada sumur tersebut secukupnya dengan
menggunakan timba
3. Teteskanlah air tersebut pada kertas lakmus

4. Amatilah reaksinya
5. Setelah bereaksi, cocokkanlah warna tersebut.

6.
Tentukan pada warna
yang keberapa
7.
Tentukanlah Phnya
dengan cara melihat angka pada warna yang telah dicocokkan
Langkah II
1.
Ukurlah tingkat
keasaman pada ketiga sumur tersebut
2.
Ambillah air pada sumur
tersebut secukupnya dengan menggunakan timba
3.
Teteskanlah air
tersebut pada kertas lakmus
4.
Amatilah reaksinya
5.
Setelah bereaksi,
cocokkanlah warna tersebut.
6.
Tentukan tingkat
keasamannya
Langkah III:
1. Ukurlah kelembaban air dengan menggunakan thermometer air
pada ketiga sumur tersebut
2. Ambillah air pada sumur tersebut secukupnya dengan
menggunakan timba
3. Celupkanlah thermometer air ke dalam air tersebut
4. Amatilah thermometer tersebut
5. Tentukanlah tingkat kelembapan air tesebut
6. Kelembaban air terdiri dari satuan derajat celcius.
BAB IV
HASIL DAN PENGAMATAN
4.1
Hasil Pengamatan Sumur A, B dan C
No.
|
Data
|
Sumur A
|
Sumur B
|
Sumur C
|
1.
|
Suhu Udara
|
32 0C
|
32 0C
|
32 0C
|
2.
|
Suhu Air
|
29 0C
|
29 0C
|
29 0C
|
3.
|
Kedalaman air ke permukaan
|
260 cm
|
256 cm
|
248 cm
|
4.
|
pH air sumur
|
6
|
6,5
|
6,5
|
5.
|
Tinggi
muka Sumur dari tanah
|
40 cm
|
52 cm
|
25 cm
|
6.
|
Diameter
Sumur
|
80 cm
|
90 cm
|
92 cm
|
7.
|
Warna air
|
Jernih/Bening
|
Jernih/Bening
|
Jernih/Bening
|
8.
|
Rasa air sumur
|
Tawar
|
Tawar
|
Tawar
|
BAB V
PENUTUP
5.1
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan
praktikum, sumur yang terdalam adalah sumur C. Sumur B dengan kedalaman 204 cm,
sedangkan sumur C adalah 223 cm dan sumur A adalah 220 cm. Sedangkan Ph dan kelembaban air relatif sama antara
ketiga sumur tersebut.
5.2 Saran
Dalam penyusunan Laporan ini masih
jauh dari kesempurnaan, namun dengan adanya petunjuk, arahan dan bimbingan dari
dosen serta dukungan dari kawan-kawan maka penulis dapat menyelesaikan paper
ini. Akan lebih baik, kritik dan saran yang membangun guna penyempurnaan tugas
ini kelak. Semoga tugas ini bermanfaat bagi penulis dan para pembaca sekalian.
DAFTAR PUSTAKA
Hasmunir.
-. BAHAN AJAR GEOHIDROLOGI
http://www.google.com
Todd . D . K ., 1980. Groundwater
Hydrologi. John Wiley and Sons, New York.
Zohdy. A. A. R., 1980.
Application of Surface Geophysios to Groundwater Investigations.
Macmudi,
Alimin. S. 10994. PeganganGeografi.
Bandung: Armico
Suhardi. 2004. Geografi 1 Untuk SMA Kelas X. Semarang:
Aneka Ilmu
http://www.
Wikipedia.com/ Laporankuliahlapanganhidrologi.
http://www.
Wikipedia.com/ Devinisiwadukataubendungan.
