Sabtu, 17 Desember 2016

Laporan Geografi Tanah

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Tanah merupakan hasil dari pelapukan batuan yang menutupi hampir seluruh permukaan bumi. Pembentukan dan perkembangannya dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya, jenis batuan asal, iklim yang meliputi suhu dan kelembapan, organisme dan topografi. Selain karena pelapukan, tanah juga terbentuk akibat endapan-endapan dari material yang telah tererosi oleh agen-agen erosi seperti air, angin, dan air laut yang ditransportasikan ke daerah datar atau lebih rendah dari daerah asalnya.
Dengan pembentukan seperti itu, maka tanah memiliki kandungan atau unsur seperti mineral, air, udara dan bahan organik. Kandungan tersebut tidak merata dan tidaksama pada setiap jenis tanah. Sehingga perlu diperhatikan persentase setiap kandungan untuk nanti dapat dimanfaatkan sebagai perencanaan wilayah yang berkaitan dengan penggunaan lahan.
Oleh karena itu tanah berbeda-beda dari satu daerah dengan daerah lain. Maka dari itu perlu diamati dan dikaji lebih dalam mengenai jenis tanah. Pengamatan itu tidak sebatas mengetahui jenistanahnya, kita juga dituntut untuk dapat mengidentifikasi jenis tanah itu melalui ciri fisik di dalamnya. Selain itu tanah memiliki banyak unsur akibat endapan bahan-bahan organik, kimia dan unsur mineral lainnya. Karena kita tahu bahwa tanah merupakan tempat penimbunanakhir dari semua unsur sebelum kemudian larut dalam air. Oleh karena itu, pengamatan atas kandungan bahan organik, kimia dan mineral lainnya sangat diperlukan agar dapatberguna dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan kita akan penggunaan lahan dan sebagainya.



1.2  Tujuan Observasi
1.      Mahasiswa dapat menyebutkan jenis tanah di daerah tersebut
2.      Mahasiswa dapat mengetahui bagaimana keadaan fisik tanah tersebut
3.      Mahasiswa dapat menyebutkan kandungan organik dalam tanah tersebut
4.      Mahasiswa dapat menyebutkan kandungan kimia dalam tanah tersebut

1.3  Waktu dan Tempat Observasi
Hari : Minggu
Tanggal : 22 Mei 2016
Waktu : 08.00 – 13.00
Tempat : Desa Ie Seu’um, Kec. Mesjid Raja Kab. Aceh Besar




BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Tanah
Tanah adalah akumulasi tubuh alam yang menempati sebagian besar permukaanbumi. Tanah mampu menumbuhkan tanaman dan mempunyai sifat-sifat sebagai akibat dari pengaruh iklim. Jasad-jasad hidup yang mempengaruhi bahan induk tanah dalam keadaan dan waktu tertentu dapat berkembang biak di dalamnya. Tanah dipandang sebagai suatu benda alam yang terdiri dari bahan-bahan anorganik yang disebut mineral dan didapat dari batuan yang telah mengalami pelapukan. Bahan-bahan anorganik ini terdiri dari sisa-sisa makhluk hidup yang telah lapuk.
Berubahnya bahan-bahan anorganik dan bahan organik menjadi butir-butir tanah disebabkan oleh beberapa faktor, yakni :
1.      Pemanasan matahari pada siang hari dan pendinginan pada malam hari
2.      Batuan yang sudah retak, pelapukan dipercepat oleh air
3.      Akar tumbuh-tumbuhan dapat memecah batu-batuan sehingga hancur
4.      Binatang-binatang kecil seperti cacing tanah, rayap dan sebagainya yang membuat lubang dan menghancurkan batuan
5.      Pemadatan dan tekanan pada sisa-sisa zat organik akan mempercepat terbentuknya tanah.

2.2  Proses Terbentuknya Tanah
Tanah terbentuk dari batuan-batuan indukyang terpecah menjadi menjadi bagian-bagian kecil akibat perubahan cuaca. Dalam pecahan-pecahan mineral ini tumbuh lumut sehingga air dapat meresap ke bebatuan sehingga lambat laun akan terbentuk tanah muda. Lumut dan tanah pun tumbuh membentuk lapisan serasah organik. Dan akhirnya tanah matang pun terbentuk dari campuran berbagai bahan organik dan bahan-bahan mineral.
1.      Faktor-faktor pembentuk tanah Menurut Jenny (Abdul Majid 2008):
Faktor yang mempengaruhi Proses Pembentukan Tanah (Genesis) dan Perkembangan Tanah, yaitu:
a)      Bahan Induk (b) = Batuan Beku, Sedimen, Metamorf, dan Bahan Organik
b)      Iklim (i) = curah hujan dan suhu atau temperatur
c)      Organisme (o) = Tumbuhan & Hewan d. Topografi (t) : Kecuraman Lereng
d)     Waktu (w) = Tingkat Perkembangan (muda, dewasa, tua) dan Umur

Dengan begitu, maka hubungan Tanah dengan Faktor Pembentuknya sebagai berikut:
T (tanah) = f ( b , i , o , r , w )
Perbedaan Sifat-sifat Tanah yang hanya disebabkan oleh Satu Faktor Pembentuk tanah, dikenal sebagai:
a)      Klimatosekuen:Perbedaan sifat tanah yang disebabkan hanya pengaruh iklim
b)      Biosekuen:Perbedaan sifat tanah yang disebabkan hanya pengaruh organisme
c)      Toposekuen:Perbedaan sifat tanah yang disebabkan hanya oleh perbedaan topografi
d)     Lithosekuen:Perbedaan sifat tanah yang disebabkan hanya oleh perbedaan Jenis bahan induk
e)      Khronosekuen:Perbedaan sifat tanah yang disebabkan hanya oleh perbedaan Faktor umur tanah

2.      Bahan Induk Tanah Menurut Jenny (1941)
Bahan Induk adalah keadaan tanah pada waktu nol (timezero) dari proses pembentukan tanah.
·         Jenis-jenis Bahan Induk:
a)      Batuan Beku adalah batuan yang terbentuk dari proses pembekuan (solidifikasi) magma cair. Jenis-jenis Batuan Beku berdasarkan Tempat Pembekuan Magma, batuan beku dibedakan menjadi :
1) Batuan Beku Dalam (Plutonik)
2) Batuan Beku Gang (Intrusi)
3) Batuan Beku Atas (Ekstrusi / Batuan Vulkanik)
Jenis-jenis Batuan Beku berdasarkan kandungan SiO2, batuan beku dibedakan menjadi :
1) Batuan Beku Masam -> kand. SiO2 tinggi : > 65%
2) Batuan Beku Intermedier -> kand. SiO2 sedang : + 55% s/d 65%
3) Batuan Beku Basa -> kand. SiO2 rendah : < 55%
b)      Batuan Sedimen adalah batuan yang terbentuk dari proses pemadatan (konsolidasi) endapan- endapan partikel yang terbawa oleh angin atau air di permukaan bumi. Jenis-jenis Batuan Sedimen:
1)   Batuan Kapur dan Dolomit dengan kandungan Ca dan Mg lebih dari 50%
2)   Batupasir dengan kandungan Pasir lebih dari 50%
3)   Shale (Serpih) atau Claystone (kandunganliat banyak) dan Siltstone (kandungan Debu banyak)

c)      Batuan Metamorf adalah batuan beku atau batuan sedimen yang telah mengalami perubahan bentuk (transformasi) akibat adanya pengaruh perubahan suhu dan tekanan yang sangat tinggi.
Jenis-jenis Batuan Metamorf:
1) Sekis :Batuan metamorf berbentuk lembar-lembar halus.
2) Gneis :Batuan metamorf berbentuk lembar-lembar kasar.
3) Kuarsit :Batuan metamorf yang terbentuk dari batu pasir
4) Marmer :Batuan metamorf yang terbentuk dari batu kapur karbonatd.

2.3  Profil Tanah
Profil Tanah Pembentukan tanah dimulai dari proses-proses pemecahan atau penghancuran dimana bahan induk berkeping-keping secara halus. Tiap tanah berkembang secara baik dan masih dalam keadaan asli akan mempunyai sifat profil yang khas. Sifat-sifat ini yang dipakai dalam klasifikasi yang sangat besar manfatnya dalam menentukan pendapat tentang tanah dan sifat-sifat profil. Tanah begitu berarti bagi manusia sebagai sumber penghidupan manusia sehingga munculah istilah Soil Science atau ilmu tanah yaitu ilmu yang berhubungan dengan tanah sebagai sumber penghidupan pada permukaan bumi yang mencakup pembentukan tanah serta klasifikasi dan pemetaan berdasarkan sifat-sifat fisika, kimia hayati dan kesuburan tanah dimana sifat-sifat ini berkaitan dengan pengolahan bagi produksi tanaman. Pengenalan tanah di lapangan dilakukan dengan mengamati menjelaskan sifat-sifat profil tanah.
Profil tanah adalah urutan-urutan horison tanah, yakni lapisan-lapisan tanahyang dianggap sejajar permukaan bumi. Profil tanah dipelajari menggali tanah dengan dinding lubang vertikal kelapisan yang lebih bawah. Profil tanah merupakan suatu irisan melintang pada tubuh tanah, dibuat dengan cara membuat lubang dengan ukuran panjang dan lebar serta kedalaman tertentu sesuaidengan keadaan tanah dan keperluan penelitian. Tanah merupakan tubuh alam yang terbentuk dan berkembang akibat terkena gaya-gaya alam (natural forces) terhadap proses pembentukan mineral.
Pembentukan dan pelapukan bahan-bahan organik pertukaran ion-ion, pergerakan dan pencucian bahan-bahan koloid (Buckman, 1982).

2.4  Horizon Tanah
Horison tanah adalah lapisan tanah atau bahan tanah yang kurang lebih sejajar dengan permukaan tanah yang kurang lebih sejajar dengan permukaan tanah dan berbeda dengan lapisan disebelh atas ataupun bawahnya yang secara genetik ada kaitannya. Horison tanah berbeda dengan lapisan tanah dalam hal proses pembentukannya. Horison tanah terbentuk karena pross perkembangan tanah sementara lapisan taah terbentuk karena proses pengendapan bahan tanah  oleh tenaga geomorfik.
Urutan horison tanah dari permukaan ke bawah permukaan mengikuti logika pembentukan tanah oleh berbagai proses translokasi, transformasi, pengurangan dan penambahan atas senyawa kimia dan partikel tanah di dalam profil. Urutan perlapisan tanah mengikuti logika pengendapan material batuan yang khas  menurut macam tenaga geomorfik yang mengendapkannya. Contoh paling banyak ditemui adalah lapisan tanah hasil pengendapan  oleh proses air  akan mempunyai urutan material paling kasar berada di lapisan paling dasar dan material paling halus berada di lapisan paling atas.
·         Horison genetik utama
Horison genetik utama atau sering disebut dengan horison utama diberi simbol dengan huruf kapital O,A,E,B,C dan R. Keterangan dari masing-masing horison tanah utama adalah sebagai berikut :
O : adalah simbol untuk horison atau lapisan yang didominasi oleh bahan organik.
A : adalah simbol untuk horison tanah mineral yang terbentuk pada tanah atas atau lapisan atas di bwah lapisan O, yng menunjukkan hilangnya seluruh atau sebagian besar struktur batuan asli dan memperlihaatkan satu atau lebih sifat.
E : adalah simbol ntuk horizon yang mengalami proses pelindian(leaching) maksimal, dicirikan oleh warna yang lebih terang daripda horizon B yang terletak di bawahnya.
B : adalah simbol untuk horison yang terbentuk di bawah horison A,E, atau O yang telah mengalami perkembangan horison hingga mencirikan hilangnya seluruh atau sebagian besar  struktur batuan asli dan menunjukkan satau atau lebih sifat.
C : adalah simbol simbol untuk horison atau lapisan bahan induk  tanah.
R : adalah simbol untuk lapisan batuan  induk misalnya granit, basalt, batugamping , batu pasir, dll.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqGtJKFDhodXtU2TZQNaJdic2EXUXM-aoktMFfRAejFORh6yC8bLP0-vA7mCzUMYWxrJgK_kmZK6ucQk8E8jr6es0XSyca7YVp7D_c8QHc7YwDzZzeyjOymX-R0KWq3UZqFtOfi_t9mgET/s1600/horizon+tanah.jpg






BAB III
PROSEDUR KERJA

3.1  Alat- Alat yang di gunakan Observasi
1)      Cangkul
2)      Sekop
3)      H2O2
4)      HCL
5)      Pipet Tetes
6)      Lakmus
7)      Air Aqua
8)      Alat Bor Tanah
9)      Pisau
10)  Lham ( Bahasa Aceh )
11)  Meteran

 

3.2  Prosedur Kerja Lapangan

Ø  Cara Kerja Saat Pemboran Tanah :
1.    Lokasi pemboran harus dibersihkan dari vegetasi atau kotoran sampah, tetapi tidak mengganggu lapisan permukaan tanah.
2.    Pemboran dilakukan dengan hati-hati, usahakan agar mata bor tetap tegak lurus.
3.    Bor diputar searah dengan jarum jam sambil ditekan perlahan-lahan.
4.    Putar  dan tekan bor, sampai seluruh mata bor (± 20 cm) masuk kedalam tanah.
5.    Keluarkan mata bor dari dalam tanah secara perlahan-lahan dan mata bor jangan diputar.
6.    Seterusnya mata bor diletakan di atas plastik/ pada tanah jika tidak ada plastik, kemudian  keluarkan tanah dengan mata pisau dari mata bor dan tampung diatas alas yang telah disediakan.
7.    Tanah dari mata bor disusun secara sistematik mulai dari atas sampai yang paling bawah.
8.    Kemudian dilakukan pengamatan dengan mencatat beberapa sifat tanah.

Description: C:\Users\Acer\Pictures\observasi ie su um\DSC05901.JPGDescription: C:\Users\Acer\Pictures\observasi ie su um\DSC05887.JPG

Ø  Cara Kerja Saat Pembuatan Lubang profil Tanah
1.    Membersihkan permukaan tanah pada bagian profil yang akan dibuka/digali dari semak atau kotoran.
2.    Mulai menggali dengan menggunakan cangkul atau sekop sampai kedalaman kurang lebih 1 meter
3.    Penampang tanah yang hendak diperiksa harus mendapat sinar matahari.
4.    Tanah galian jangan ditimbun pada sisi penampang pemeriksaan.
5.    Pengamatan dapat dimulai dengan ketentuan sebagai berikut :
a.       Penampang pemeriksaan harus bersih dan terang.
b.      Semua alat dan bahan harus bersih.
c.       Tidak melakukan pengamatan saat hujan turun.
d.      Menyemprotkan sedikit air pada penampang bila dijumpai tanah yang sangat kering.
6.    Menyediakan daftar profil dan alat tulis menulis, untuk mencatat hasil pengamatan secara berturut-turut.
a.       Membuat tusukan atau congkelan pada penampang dengan menggunakan pisau, bersamaan dengan itu meremas sedikit tanah untuk mengetahui tekstur dan konsistensi tanah.
b.      Sambil memperhatikan tekstur, warna, danlainnya, menandai batas lapisan atau horizon.
c.       Mengamati dan menentukan masing-masing horizon secara berturu-turut dari atas sampai kebahan induk.
d.      Memberikan simbol lapisan/horizon sesuai dengan keterangan yang didapat.
e.       Mengambil contoh tanah pada lapisan dengan cara berikut :
-          Tanah diambil dengan menggunakan cangkul/skop sebanyak.
-          Contoh tanah yang diambil harus ditengah-tengah antara batas horizon.

f.       Setelah selesai tanah galian ditimbun kembali.
Description: C:\Users\Acer\Pictures\observasi ie su um\DSC05902.JPGDescription: C:\Users\Acer\Pictures\observasi ie su um\DSC05900.JPG 
Hasil Pengamatan

4.1  Hasil Pengamatan
Dari hasil pengamatan praktikum yang telah diamati dilapangan, tepatnya berlokasi di kebun percobaan Fakultas Pertanian Unsyiah di Ie Suum, dimana telah dilakukan pemboran dan penggalian lubang profil tanah, maka diperolehlah beberapa kesimpulan mengenai informasi tentang beberapa sifat tanah, baik dari sifat fisik maupun sifat kimia tanahnya seperti tekstur tanah, warna, kedalaman efektif (solum, konsistensi, ketebalan horizon dan perubahan batuan dipermukaan dan didalam tanah), PH tanah, dan kandungan organik.
Antara lainnya  adalah :

1.      Horizon Tanah
Horizon tanah adalah lapisan tanah yang kurang lebih sejajar dengan permukaan bumi dan berbeda dengan lapisan yang berada berdekatan. Berdasarkan yang telah diamati pada profil tanah dilapangan, terdapat 3 horizon pada profil tanah tersebut. Lapisan horizon sementara yang pertama yaitu lapisan A dengan ketebalan 0 - 20 cm, lapisan B1 dengan ketebalan 20 – 40 cm, dan lapisan  B2 dengan ketebalan 40 – 60 cm.

2.      Tekstur Tanah
Tekstur tanah adalah perbandingan relatif dari fraksi-fraksi liat, debu, dan pasir yang dinyatakan dengan persen. Untuk dapat mempelajari dan mengetahui butir-butir mineral tanah dengan baik, maka harus dibagi berdasarkan besarnya, dan inilah yang disebut fraksi-fraksi. Tekstur tanah terdiri dari 12 kelas, dan salah satunya adalah lempung berpasir. Berdasarkan pada tanah yang telah kami amati, tekstur tanah tersebut merupakan tanah lempung dan liat. Tekstur tanah lempung liat ini merupakan tanah yang rasa kasarnya tidak jelas terasa, membentuk bola yang tidak mudah hancur, dan agak sedikit melekat.

3.      Struktur
Struktur tanah merupakan penyusunan partikel primer tanah membentuk agregat tanah yang satu dengan yang lain dibatasi bidang belah alami yang lemah, atau gumpalan-gumpalan kecil dari tanah akibat merekat pada butir-butir tanah yang satu dengan tanah yang lainnya. Butir-butir primer penyusun tanah seperti pasir, debu, dan liat. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan pada profil tanah, maka diperoleh kesimpulan bahwa tanah tersebut memiliki struktur dengan tipe :
·         Gumpal bersudut, untuk lapisan (horizon) A.
·         Gumpal, untuk lapisan (horizon) B1.
·         Gumpal, untuk lapisan (hoizon) B2

Konsistensi
Konsistensi adalah manifestasi gaya-gaya fisika, yaitu antara adhesi dan kohesi yang bekerja didalam tanah pada kadar air yang berbeda. Dalam pengamatan yang kami lakukan, ada 3 bagian yang kami amati, yaitu :
v  Pada lapisan A, saat digenggam tanah tersebut terasa sedikit lekat. Hal ini menunjukkan bahwa tanah yang terdapat pada lapisan pertama konsistensinya lembab.
v  Pada lapisan B1, tanah yang digenggam terlihat tampak teguh. Hal tersebut menunjukkan bahwa tanah pada lapisan kedua berada pada konsistensi lembab.
v  Pada lapisan B2, konsistensi yang dimiliki tanah tersebut adalah basah. Karena tanahnya cenderung lebih lekat.



4.      Warna Tanah
Dengan mengetahui warna tanah, maka dengan mudah kita dapat menentukan urutan horizon tanah. Karena perbedaan warna tanah menunjukkan perbedaan setiap urutan horizon tanah. Warna tanah ditentukan dengan membandingkan warna baku dan tiga warna fariabel, yaitu :
·         Hue adalah warna spectrum yang dominan sesuai dengan panjang gelombang.
·         Value adalah warna yang menunjukkan terangnya warna sesuai dengan banyaknya sinar yang dipantulkan.
·         Croma adalah warna yang menunjukkan kemurnian atau kekuatan warna-warna spectrum.

5.      Permeabilitas
Permeabilitas yaitu menunjukkan kecepatan rembesan air melalui suatu kolom massa tanah dalam keadaan jenuh. Permeabilitas tanah sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh tekstur dan struktur tanah. Pada tanah yang diamati, pada permukaan permeabilitasnya cepat dan kecepatannya yaitu 5-10 Inci/jam. Sedangkan pada lapisan dalam permeabilitasnya lambat, yaitu 0,05-0,2 Inci/jam.

6.    Drainase
Drainase adalah suatu sifat tanah yang menunjukkan mudah tidaknya air hilang atau berlalu dari permukaan ataupun peresapan kedalam tanah. Drainase tanah yang kami amati pada lapisan permukaan, drainasenya tergolong cepat. Dan drainase tanah pada lapisan bawah drainasenya tergolong lambat.

7.    Bahan Organik
Bahan organik adalah semua bahan yang mengandung senyawa karbon yang dibuat oleh organisme atau karena adanya aktifitas organisme yang bekerja didalamnya. Untuk mengetahui jumlah kandungan organik yang terdapat pada tanah, kita dapat melakukannya  dengan cara meneteskan cairan H2O2 pada tanah yang akan diamati.
8.        Zat Kapur
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan dengan meneteskan HCl pada ketiga horizon tanah tersebut, dapat disimpulkan bahwa tanah tersebut tidak mengandung zat kapur. Karena setelah ditetesi dengan HCl, tanah tersebut tidak menunjukkan reaksi yang berarti.

9.        PH Tanah
PH tanah yang diamati diukur dengan menggunakan alat yang memang khusus untuk mengukur PH tanah yang bernama PH teskit/tancap. PH teskit ini di tancapkan pada tanah yang akan diamati, kemudian alat tersebut menunjukkan jumlah PH tanah tersebut, yaitu dengan jumlah PH 4,8. Maka dapat diketahui bahwa tanah tersebut masam.
Description: C:\Users\Acer\Pictures\observasi ie su um\DSC05895.JPG




BAB V

PENUTUP

 

4.1  Kesimpulan
Beberapa kesimpulan dari hasil penelitian yang telah di amati adalah sebagai berikut :
1.      Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang berasal dari batuan yang telah mengalami serangkaian pelapukan oleh gaya-gaya alam sehingga membentuk regolit (lapisan partikel halus).
2.      Horizon tanah adalah lapisan tanah yang kurang lebih sejajar dengan permukaan bumi dan berbeda dengan lapisan yang berada berdekatan. Berdasarkan yang telah diamati pada profil tanah dilapangan, terdapat 3 horizon pada profil tanah tersebut. Lapisan horizon sementara yang pertama yaitu lapisan A dengan ketebalan 0 - 20 cm, lapisan B1 dengan ketebalan 20 – 40 cm, dan lapisan  B2 dengan ketebalan 40 – 60 cm.



DAFTAR PUSTAKA

1.      http://farahatikahgeografitanah.blogspot.co.id/p/p.html
2.      http://ivorygeografitanah.blogspot.co.id/2014/04/pengertia-tanah-proses-dan faktor.html
3.      http://www.slideshare.net/nyarinama/laporan-geografi-tanah
4.      https://id.scribd.com/doc/126753894/75912636-LAPORAN-GEOGRAFI-TANAH

5.      http://irsanlaode.blogspot.co.id/2013/03/laporan-praktikum-geografi-tanah.html