Laporan
OBSERVASI GEOLOGI UMUM
(BMKG Mata Ie dan Kantor Badan Pengamat Aktivitas
Gunung
Api
Seulawah Agam )
Disusun
Oleh:
1406101040039
(
Unit B )
Drs. Hasmunir, M.Si
PENDIDIKAN
GEOGRAFI
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
SYIAH KUALA
DARUSSALAM
BANDA ACEH
2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Mata Kuliah Geologi, setiap tahunnya melakukan
penelitian atau Observasi yang mana untuk menambah pengetahuan dan pengalaman
dalam setiap penelitian yang terjun langsung ke lapangan serta meneliti tentang
jenis Batu-batuan serta mengukur kelembaban tanah yang ada di Taman Hutan Raya
juga meneliti tentang aktifitas gunung merapi seulawah agam di Lambaro Tunong.
Gempa bumi (Earthquakes) adalah getaran tanah yang
ditimbulkan oleh lewatnya gelombang seismik yang dipancarkan oleh suatu sumber
energi elastik yang dilepaskan secara tiba-tiba. Gelombang yang dipancarkan
mengakibatkan getaran melalui batuan bumi. Gempa bumi merupakan salah satu
fenomena alam yang sangat merusak dan seringkali lebih menakutkan dari pada
letusan gunung api, karana guncangan gempa bumi akibat patahan ini langsung
pada tanah, yang sejak dulu kita anggap stabil (Emmons, 1960).
Gempa bumi ini merupakan hal yang tidak asing lagi
oleh masyarakat Aceh, karena daerah Aceh berada pada lempeng Indo-Australia dan
lempeng Eurasia serta pada sirkum Mediteranian (Mulyatno, 2008). Selain itu
juga gempa daerah Aceh disebabkan oleh patahan sesar Sumatera Selatan. Bagi
masyarakat Aceh istilah gempa bumi menjadi hal yang menakutkan, terlebih
setelah terjadinya gempa bumi dan tsunami tanggal 24 Desember
2004 di aceh silam dengan kekuatan mencapai M = 9,0 (Delfebriyadi, 2010).
Gempa
bumi dipantau oleh suatu alat yang bernama SEISMOGRAF, alat ini berfungsi
merekam kejadian gempa setiap hari dari gempa kecil hingga gempa besar.
Seismograf sendiri memiliki beberapa tipe berdasarkan jarak jangkauannya, ada
yang tipe Short Period, Long Period, dan Broadband. Berdasarkan cara kerjanya
Seismograf terdiri atas digital dan analog.
1.2 Masalah Penelitian
1. Apa saja alat-alat pemantau gempa bumi dan
masing-masing kegunaannya, yang ada di BMKG Stasiun Geofisika Mata Ie ?
2. Apa pengertian dari gempa bumi dan apa saja
jenis-jenis gempa bumi ?
3. Bagaimana proses terjadinya gempa bumi ?
4. Apa pengertian tsunami dan apa penyebabnya ?
5. Apa pengertian petir dan jenis-jenis petir dan alat
pemantau petir ?
6. Apa saja
alat-alat pemantau gempa bumi yang ada di pos pengamatan gunungapi seulawah
agam ?
7. Apa saja
percobaan di Taman Hutan Raya,mengetahui apa jenis batuan yang ada di Taman
Hutan Raya, jenis tanah di Taman Hutan Raya dan berapa kelembaban tanah di
sekitar Taman Hutan Raya ?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui dan menambah wawasan kita tentang apa
saja jenis dan kegunaan masing-masing alat pendeteksi gempa bumi yang ada
di BMKG Stasiun Geofisika Mata Ie.
2. Untuk mengetahui peroses terjadinya gempa bumi dan
jenis-jenis gempa bumi.
3. Untuk mengetahui bagaimana petir itu terjadi dan
janis-jenis petir yang diamati oleh BMKG Mata Ie.
4. Untuk mengetahui apa saja alat-alat pemantau gempa
bumi yang ada di pos pengamatan gunungapi seulawah agam ?
5. Meneliti jenis batuan yang ada di sekitar Taman Hutan
Raya dan mengukur kelembaban tanah yang ada di sekitar Taman Hutan Raya.
1.4 Metode Penelitian
Adapun metode penelitian yang kami lakukan yaitu
metode Observasi atau Pengamatan. Observasi yaitu pengamatan secara langsung
dan terjun kelapangan melihat objek atau benda yang diteliti. Juga metode
Wawancara atau Interview yaitu proses memperoleh data dengan mengajukan
pertanyaan oleh mahasiswa kepada narasumber. Metode lainnya yaitu Studi
Kepustakaan adalah kegiatan pengumpulan data dengan melakukan penelaahan atau
penelusuran literatur buku yang menguatkan fakta dan data lapangan.
BAB II
PEMBAHASAN
Pada Mata Kuliah Geologi, Mahasiswa/i
Geografi FKIP Unsyiah Banda Aceh mengadakan penelitian di beberapa tempat,
yaitu:
1. BadanMeteorologiKlimatologi dan Geofisika, StasiunGeofisika
Mata Ie, Banda Aceh
2. Badan Geologi Vulkanologi dan Mitigasi Bencana
Geologi, Pos Pengamatan Gunung Api Seulawah Agam Lamtamont, Aceh Besar.
3. Taman Hutan Raya, Saree, Aceh Besar.
I.
Penelitian di Badan Metereologi dan Geofisika, Stasiun Geofisika
Mata Ie, Banda Aceh
2.1 Profil Stasiun
Geofisika Mata Ie
Stasiun Geofisika Mata Ie Banda Aceh sebagai Unit
Pelaksana Teknis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah
beroperasi sejak tahun 1979. Stasiun Geofisila Mata ie beralamat di Jalan Raya
Mata Ie Banda Aceh, kode pos 23352. Dengan Koordinat 05̊ 29’ 47.8” LU dan 95̊ 17’ 45.8” BT.
Stasiun Geofisika Mata Ie Banda Aceh melaksanakan
kegiatan:
1. Pengamatan Geofisika
2. Pengumpulan dan Penyebaran Data Geofisika
3. Pengolahan dan Analisa Data Geofisika
4. Pelayanan Jasa Geofisika
5. Pemeliharaan atau Perbaikan Peralatan
6. Melaksanakan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan
Geofisika
Stasiun Geofisika Mata Ie merupakan salah satu stasiun
instansi BMKG kelas III yang melaksanakan tugas pokok dan fungsi berdasarkan
sruktur organisasi yang telah ditetapkan.
Dalam mendukung kegiatannya stasiun geofisika Mata Ie
menggunakan beberapa alat, diantaranya:
1. Seismograf SPS-3 Analog, yang digunakan untuk
pengamatan gempa bumi.
2. Seismograf SPS-3 Digital, yang digunakan untuk
pengamatan gempa bumi.
3. Ranet digunakan untuk peralatan komunikasi.
4. V-Sat digunakan untuk peralatan komunikasi.
5. Radio SSB digunakan untuk peralatan komunikasi.
6. Jisnet digunakan untuk alat perekam gempa bumi.
7. Lightning Detector digunakan untuk pengamatan petir.
2.2 Gempa Bumi
Lempeng buni selalu bergerak karena gaya dari dalam
bumi. Gaya ini menyebabkan bagian lempeng bumi terus berpindah, sehingga
menekan bagian lempeng yang lain. Untuk mengimbangi tekanan tersebut, bagian
lempeng merenggang, menekan fan menekuk seperti tarikan plastik atau karet.
Tetapi jika gaya terlalu besar, lempeng tersebut akan patah. Patahan ini yang
menghasilkan gelombang seismik yang mengakibatkan getaran pada permukaan bumi.
Getaran inilah yang biasanya disebut Gempa Bumi (Emmons,1960 and Wilson 1961).
2.3 Penyebab Gempa Bumi
Gempa bumi tidak hanya terjadi akibat patahan lempeng
bumi, tetapi Emmons et.al.(1960) menyebutkan bahwa gempa bumi
selain terjadi akibat patahan lempeng bumi, juga disebabkan letusan gunung api,
tumbukan akibat ledakan bom, nuklir atau bahan peledak lainnya. Selain itu
disebabkan oleh kendaraan yang melintas seperti truk, tank, kereta api dan
fenomena alam lainnya seperti runtuhnya bartuan pada jurang, gua, tambang, atau
gesekan yang bukan patahan permukaan bumi seperti longsor dan tabrakan kapal
selam pada dasar laut. Yang paling besar berpotensi bencana alam yaitu gempa
tektonik.
2.4 Jenis-jenis Gempa Bumi
Dilihat dari proses terjadinya gempa bumi terdiri atas
beberapa macam:
1. Gempa bumi Tektonik
Seperti diketahui bahwa kulit bumi terdiri dari
lempeng tektonik yang terdiri dari lapisan-lapisan batuan. Tiap-tiap lapisan
memiliki kekerasan dan massa jenis yang berbeda satu sama lain. Lapisan kulit
bumi tersebut mengalami pergeseran akibat arus konveksi yang terjadi di dalam
bumi.
Sesar aktif bergerak sedikit demi sedikit kearah yng
saling berlawanan dan terjadi akumulasi energi elastis.Pada tahap ini mulai
terjadi deformasi sesar, karena energi elastis makin besar.Lalu terjadi
pelepasan energi secara mendadak sehingga terjadi peristiwa yang disebut gempa
bumi tektonik.Pada tahap ini sesar kembali mencapai tingkat keseimbangannya
kembali.
2. Gempabumi Vulkanik (Aktivitas Gunung Api )
Sesuai dengan namanya, gempa vulkanik atau gempa
gunung api merupakan peristiwa gempa bumi yang disebabkan oleh tekanan magma
dalam gunung berapi. Gempa ini dapat terjadi sebelum dan saat letusan gunung
api. Getarannya kadang-kadang dapat dirasakan oleh manusia dan hewan sekitar
gunung berapi itu berada. Seperti diketahui bahwa kulit bumi terdiri dari
lempeng-lempeng tektonik yang terdiri dari lapisan-lapisan batuan.
3. Gempabumi Buatan (Aktivitas Manusia)
Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan
oleh aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang
dipukulkan ke permukaan bumi.
2.5 Proses terjadinya Gempa
Bumi
Gempa bumi tektonik yang biasanya disebut dengan gempa
bumi mengalami proses pengumpulan energi sebelum terjadi pelepasan energi.
Gempa bumi biasanya disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik dan terjadi di
sekitar batas lempeng tektonik. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan
gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah
terlalu besar untuk dapat ditahan oleh lempeng tektonik tersebut. Proses
pelepasan energi berupa gelombang elastis yang disebut gelombang seismik atau
gempa yang sampai ke permukaan bumi dan menimbulkan getaran dan kerusakan terhadap
benda benda atau bangunan di permukaan bumi. Besarnya kerusakan tergantung
dengan besarnya getaran yang sampai ke permukaan bumi.
Gambar proses terjadinya gempa bumi :

2.6 Pengukuran Gempa Bumi
Gempa bumi yang besar berkaitan erat dengan pelepasan
energi dalam bentuk gelombang seismik dan menyebabkan getaran pada permukaan
tanah. Gelombang seismik penting diketahui agar dapat di deskripsikan secara
kuantitatif ukuran gempa bumi (Wiegel, 1970). Wiegel menambahkan pada tahun
1935, C. F. Richter dari Institut Teknologi California mendefinisikan kekuatan
gempa dangkal:
M=
Magnitude/kekuatan gempa bumi
A= Amplitudo/simpangan maksimum
Namun penggunaan magnetude dikarenakan
permukaan bumi tidak seragam, maka tidak semua bisa dipakai untuk menghitung
gempa bumi. Di Stasiun Geofisika Mata Ie menggunakan rumus berikut untuk
menghitung magnitude gempa berdasarkan alat seismograf SPS-3
yaitu:
Klasifikasi ukuran Skala Richter dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Ukuran
Skala
Richter
|
Keterangan
|
0,0 – 2,9
|
Tidak terlalu dirasakan hanya terdeteksi
oleh seismograf.
|
3,0 – 3,9
|
Dirasakan oleh masyarakat disekitar
gempa, lampu gantung bergoyang.
|
4,0 – 4,9
|
Terasa sekali getarannya, jendela
bergetar, permukaan air beriak-beriak, pintu terbuka dan tertutup sendiri.
|
5,0 – 5,9
|
Sangat sulit untuk berdiri tegak,
porselin dan dinding kaca pecah, lepas dari batu bara dan permukaan air
bergelombang.
|
6,0 – 6,9
|
Batu runtuh bersama-sama, runtuhnya
bangunan bertingkat tinggi, robohnya bangunan lemah, dan retakan pada tanah.
|
7,0 – 7,9
|
Tanah longsor, jembatan roboh, bendungan
rusak dan hancur. Beberapa bangunan rusak, keretakan besar pada tanah, rel
kereta api bengkok, terjadi kerusakan besar diwilayah gempa.
|
8,0 -
.......
|
Dapat menyebabkan kerusakan serius di
beberapa daerah dalam radius seratus kilometer dari wilayah gempa.
|
(Sumber: Wikipedia.com)
2.7 Alat-alat Pendeteksi Gempa Bumi Stasiun
Geofisika Mata Ie
A. Seismograf
Seismograf adalah sebuah perangkat yang
mengukur dan mencatat gempa bumi. Pada prinsipnya, seismograf
terdiri dari gantungan pemberat dan ujung lancip seperti pensil. Dengan begitu,
dapat diketahui kekuatan dan arah gempa lewat gambaran gerakan bumi yang
dicatat dalam bentuk seismogram. Seismograf memiliki instrumen sensitif yang dapat
mendeteksi gelombang
seismik yang dihasilkan oleh gempa bumi. Gelombang seismikyang terjadi selama gempa tergambar sebagai garis
bergelombang pada seismogram.Seismologist mengukur garis-garis ini
dan menghitung besaran gempa. (Sumber : Wikipedia.com).
B. Jenis-jenis Seismograf
Seismograf memiliki 2 jenis berdasarkan cara kerjanya:
1. SEISMOGRAPH SPS-3 ( Analog )
Gambar 1 dan 2


Keterangan:
Gambar 1: Seismograf SPS-3 (Analog), Stasiun Geofisika Mata Ie
Gambar 2: Hasil pendeteksi gempa yang dicatat oleh Seismograf SPS-3
(Analog)
2. SEISMOGRAPH SPS-3 (Digital)
Gambar 1

Gambar 2

Keterangan :
Gambar 1 : Alat
pendeteksi gempa Seismograf SPS-3 (Digital)
Gambar2 : Hasil
gelombang yang didapatkan dari Seismograf SPS-3 (Digital)
Cara kerja seismograf :
Cara kerja seismograf dibagi kepada dua bagian,
yaitu dalam keadaan normal dan saat terjadi gempa. Dalam keadaan normal pena
pada kertas bias akan melukiskan sebuah garis lurus, sedangkan pada saat
terjadi gempa kerangka pada tempat bandul bergantung akan bergetar dan pena
menuliskan garis bolak balik. Garis inilah yang disebut Seismogram,
yaitu garis yang mencerminkan perubahan amplitudo gelombang seismic. Pada saat
gempa menguncang batuan sepanjang batuan sesar guncangan diteruskan oleh
getaran seismic. Getaran pertama yang mencapai seismograf adalah gelombang
kompresi, yaitu Gelombang Primer (P). Gelombang berikutnya adalah
gelombang geser, yaitu Gelombang Sekunder (s). Gelombang S
merambat menembus batuan dengan gerakan naik dan turun. Jika gelobang P dan S
mencapai permukaan sebagian berubah menjadi gelombang seismic permukaan.
Berikut contoh dari gambaran gelombang Seimogram:
Gambar gelombang primer dan sekunder :

C. Jenis-jenis pengamatan gempa bumi
lainnya yang ada di Stasiun Geofisika Mata Ie
1. TDS 4.0 Digital Seismic System
Keterangan
:Gambar alat sensor pemantau gempa bumi TDS4.0 Digital Seismic dan gampa bumi
yang terdeteksi.
2. Nanometrics
Alat
pendeteksi gempa setelah terjadinya gempa bumi,alat ini digunakan untuk
mengetahui gempa-gempa kecil atau gempa susulan di lapangan.
Fungsi masing-masing alat:
1. Solar cell : Menangkap sinar matahari, supaya menjadi
energi ataubaterai yang digunakan untuk survei gempa susulan di
lapangan.
2. Nanometrics : Menampilkan
sinyal atau getaran gelombang gempa bumi.
3. Seismometer : Penangkap
getaran gempa,untuk melihat periode-periode gempa susulan di lapangan, terdiri
dari tiga komponen penangkap gelombang yaitu Utara-Selatan,Tumur-Barat,
Vertikal.
4. GPS Satelit : GPS (Global
Position Sistem) digunakan untuk melihat posisi atau koordinat suatu tempat
secara terperinci yaitu komponen atau komposisi benda, ketinggian, waktu yang
tepat dan original.
5. Kompas Geologi :Untuk
menentukan kemiringan akibat dari gempa, dan arah yang tepat.
3. Lightning Detector (Pengamatan Petir)
Petir yaitu
peristiwa dimana terjadi pertemuan dua muatan yang berbeda di dasar awan, sehingga mengakibatkan timbulnya percikan bunga apilistrik (petir).
A.
Jenis-jenis Petir
1. Petir Awanke
Tanah (CG)
2. Petir
DalamAwan (IC)
3. Petir
AwankeAwan (CC)
4. Petir
AwankeUdara (CA)
D. Proses terjadinya petir

a.
Tsunami
Tsunami berasal dari dua kata tsu yaitu
pelabuhan, sedangkan nami yaitu gelombang. Pengertian tsunami
yang berkembang saat ini adalah gelombang laut dengan periode panjang (10-60
menit) yang ditimbulkan oleh gangguan pada dasar laut. Meskipun tsunami dalam
bahasa inggris disebut sebagai tidal wave (gelombang pasang),
namun sebenarnya pengertian itu tidak tepat, kerena tsunami tidak disebabkan
oleh gravitasi Bulan dan Matahari terhadap massa air di bumi (Sunarto, 2006).
1. Penyebab terjadinya Tsunami
a. Dimulai
dengan terjadinya gempa bumi di pusat laut, dimana kedalaman
pusat gempa < 60 km dan kekuatan gempa ≥ 6,5 SR.
b. Terjadi
sesar vertikal (dip slip)
c. Terjadi
keruntuhan dasar laut
d. Erupsi
gunung api dilaut
e. Jatuhan
meteor
II. Penelitian yang dilakukan di Badan
Geologi Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Pos Pengamatan Gunung
Api Seulawah Agam Lamtamont, Aceh Besar.
2.8 Profil Stasiun Pos Pengamatan
Pos pengamatan Gunung api Seulawah Agam,
merupakan suatu badan resmi dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral
Republik Indonesia yaitu sebagai unit pelaksana Teknis dari Badan Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang bertugas untuk memantau aktivitas Gunung
Api Seulawah Agam di Propinsi Aceh. Badan Geologi Vulkanalogi dan Mitigasi
Bencana Geologi, Pos Pengamatan Gunung Api Seulawah Agam, beralamat di Jalan
Banda Aceh-Medan Km 49, Desa Lambaro Tunong, Kecamatan Lembah Seulawah,
Kabupaten Aceh Besar. Dengan Koordinat N=5̊ 22’ 12,5” dan E=95̊ 37’ 46,1”.
Gambar : pos pengamatan gunungapi Seulawah Agam
Lamtamont, Aceh Besar
2.9 Pos Pengamatan Gunung Api Seulawah Agam
Lamtamont, Aceh Besar
Pos Pengamatan Gunung Api Seulawah Agam Lamtamont,
Aceh Besar merupakan tempat pengamatan aktivitas Gunung Api Seulawah Agam.
Gunung Api Seulawah Agam merupakan gunung api aktif yang bertipe A dengan
posisi geografisnya N.05’28’24,8’, E.095’39’48,5’ berbentuk lonjong memanjang
dari bawah ke atas dengan ukuran 100x200 m. Beberapa waktu yang lalu gunung api
Seulawah Agam ditingkat satusnya dari normal kewaspada karna
adanya aktifitas tambahan dari gunung tersebut. Gunung Api Seulawah Agam
pertama meletus pada tahun 1600.
Gunung Seulawah Agam terdiri dari dua kawah yaitu
Kawah Heutsz dan Kawah Simpagoe. Kawah Heutsz adalah kawah yang
berada dipuncak gunung Seulawah Agam yang merupaka gunung api aktif tipe A,
berbentuk memanjang dari bawak ke atas dengan bentuk memanjang dengan Ukuran lk
100x200 m. Kawah simpagoe adalah kawah yang berada dilereng gunung
seulawah agam yang merupakan gunung api aktif tipe A ,berbentuk lonjong
memanjang dari bawah ke atas dengan ukuran lk 150x100m.
Di bawah ini terdapat beberapa alat-alat Pengamatan
Gunung Api Seulawah Agam Lamtamot, yaitu:
1. Receiver dan Antene
2. Diskriminator
3. Modul Power Supply
4. Modul Motor Drive
5. Modul Control Board
6. Galvanometer
7. Analog Recorder dan Timing System
Alat Pemantau Gunung Api Seulawah Agam
Lamtamont, Aceh Besar
Sistem pengamatan yang digunakan oleh Pos Pengamatan
Gunung api seulawah agam yaitu sistem pengamatan Seismic yang
menggunakan alat Seismograh PS-2 yang mana alat ini bekerja secara telemetri
(mengirim sinyal) alat seismometer yang dipasang dilapangan, alat ini dipasang
jarak dari pos pengamatan ke lokasi sekitar ± 6 km. Salah satu contoh alatnya:
v Seismograf PS-2 (Analog) Lamtamot, Aceh
Besar
Macam-macam Aktifitas Gunung Api Seulawah Agam yang
terdeteksi oleh Pos Pengamatan Gunung Api Seulawah Agam Lamtamont, Aceh Besar:
1. Pada tahun 1600, terjadi letusan stalaktit.
2. Pada tahun 1839, tanggal 12 dan 13 januari terjadi
letusan di Kawah Heutsz yaitu letusan Kreatik
3. Pada tahun 1975, tanggal 16 sampai 21
Agustus terjadi suara gemuruh di tubuh gunung api seulawah agam
4. Pada tahun 2010, Ginung Seulawah Agam sempat dinaikkan
dari status normal menjadi waspada disebabkan adanya aktivitas gempa vulkanik dan
pada tahun 2011 diturunkan status waspada ke status normal, karana tingkatan
status gunung api ada 4 yaitu Normal,Waspada, Siaga dan Awas.
Jadi mulai dari tahun 2011 sampai pengamatan kami pada
tanggal 31 Desembar 2013 status Gunung Seulawah Agam normal atau tetap tidak
menandakan adanya tanda-tanda aktivitas gempa yang besar.
III. Penelitian yang dilakukan di TAMAN
HUTAN RAYA Saree, Aceh Besar
Taman hutan raya di Saree, Aceh Besar merupakan suatu
daerah hutan yang masih asri dengan keadaan tanaman langka yang masih tumbuh
subur. Selain itu tanah di daerah Tahura juga mengandung banyak humus karena
sisa meletus gunung merapi ataupun sisa pembusukkan makhluk hidup, tanaman atau
daun-daunan di sekitarnya.
Taman Hutan Raya berada di daerah Saree, jalan Medan-Banda
Aceh
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat Pengamatan jenis
batuan di sekitar Taman Hutan Raya
Observasi atau pengamatan dilakukan di sekitar Taman
Hutan Raya, tepatnya pada tanggal 30 Desember 2013. Pengamatan yang diakukan
ada 3 jenis pengamatan yaitu:
1. Pengamatan Jenis Batuan yang ada di sekitar Taman Hutan Raya
2. Meneliti Jenis Tanah di sekitar Taman Hutan Raya
3. Mengukur Kelembaban Tanah di sekitar Taman Hutan Raya
3.2 Alat Bahan
Pengamatan yang dilakukan untuk mengetahui jenis
batuan, jenis tanah dan pengukuran kelembaban tanah di sekitar Taman Hutan
Raya,alat yang dibutuhkan yaitu:
1. Timba
2. HCL
3. H2O2
4. Sarung Tangan
5. Pipet Tetes
6. Palu
7. Botol Kaca
8. Termometer Suhu Tanah
3.3 Proses Kerja dan Penelitian di sekitar
Taman Hutan Raya
1. Pengamatan Batuan di sekitar Taman Hutan Raya
Dari hasil pengamatan yang telah kami lakukan di Taman
Hutan Raya, terdapat begitu banyak batuan kapur, ini kami buktikan dengan
mengambil beberapa 3 lokasi tempat atau titik sempel dari batuan yang ada di
daerah Taman Hutan Raya,dengan meneteskan zat kimia yaitu HCL, ketika HCl
diteteskan ke batuan rekasi yang terjadi adalah batuan tersebut berbuih, agak
sedikit mengeluarkan asap dan batuannya tidak berubah. Ini membuktikan bahwa batuan
di daerah Taman Hutan Raya mengandung kapur.
2. Meneliti Jenis Tanah di sekitar Taman Hutan Raya
Berdasarkan pengamatan di sekitar Taman Hutan Raya,
jenis tanah yang diteliti berasal dari palapukan batuan dan juga berasal dari
palapukan tanaman dan jenis tumbuhan lainnya, jenis tanah ini disebut dengan
tanah Organosol.
Ini terbukti dari tetesan HCL tenyata daerah sekitar
Taman Hutan Raya tanah ini mengandung sedikit zat kapur, karena disebabkan dari
pelapukan Kemis dan Biologis.

Gambar: Setelah diteteskan HCL tanahnya Berbuih
Karena jenis pelapukan itu ada 3 yaitu pelpukan fisik
atau mekanis yang diakibatkan oleh perubahan suhu dan udara, pelapukan kemis
atau pelapukan kimia diakibatkan oleh hujan, pelapukan biologis diakibatkan
oleh pelapukan dari akar-akar tumbuhan.
Kesimpulannya bahwa jenis tanah yang ada disekitar
Taman Hutan Raya ini Mengandung Organik karena sudah terjadi palapukan tumbuhan
dan juga pelapukan batuan, jadi jenis pelapukan yang terjadi ada 2 yaitu
pelapukan kemis dan pelapukan biologis.
3. Mengukur Kelembaban Tanah di sekitar Taman Hutan Raya.
Berdasarkan hasil pengamatan di Taman Hutan Raya suhu
tanah di sekitar Taman Hutan Raya yang mengandung zat organik tersebut 25°C .
Hal ini terbukti dari penelitian kami. Berikut contoh gambarnya:Gambar:
Tampak gambar menunjukkan posisinya pada 25° C.

BAB IV
PENUTUP
4.1 Simpulan
1. Dari hasil pengamatan kami, dapat disimpulkan bahwa di
daerah Stasiun Geofisika Mata Ie, memiliki alat pendeteksi gempa yang
berbeda-beda terdiri dari Seismograf SPS-3 Analog, Seismograf SPS-3 Digital
dan TDS 4.0 Digital Seismic System, Nanometrics juga merupakan alat
pendeteksi gempa tetapi lebih mengamat tentang gempa-gempa susulan. Juga alat
pendeteksi Petir disebut dengan alat Pemantau Petir Lightning Detection
System.
2. Di stasiun Geofisika Mata Ie lebih banyak meneliti
tentang gelombang seismic.
3. Pengamatan yang kami lakukan di Pos Pengamatan Gunung
Api Seulawah Agam, Banda Aceh.Memiliki alat pendeteksi yang berbeda yaitu : Seismograf
PS-2 Analog. Pengamatan ini lebih banyak mengamat tentang gempa-gempa vulkanik.
4. Pos Pengamatan Gunung Api Seulawah Agam lebih banyak
memasang alatnya di lapangan yaitu pada titik sekitar kawah heutsz dan
di sekitar kawah simpagoue.
5. Berdasarkan dari hasil penelitian yang kami lakukan
tenyata batuan yang terletak disekitar daerah Taman Hutan Raya ini, mengandung
Zat Kapur terbukti dari tetesan HCL yang berbusa atau berbuih. Juga jenis tanah
yang terdapat di sekitanya mengandung organik dari hasil pelapukan
tanaman,daun, serta jenis tanaman lainya dan juga mengandung sedikit zat kapur
dari hasil pelapukan batuan. Jadi jenis tanah ini berasal dari 2 pelapukan
yaitu pelapukan kemis dan pelapukan biologi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar