Selasa, 29 Maret 2016

PERBANDINGAN DESA TUNGKOB DENGAN KOTA BANDA ACEH

PERBANDINGAN DESA TUNGKOB DENGAN
KOTA BANDA ACEH


Disusun Oleh:

ILHAM MAULANA
1406101040039





UNIVERSITAS SYIAH KUALA
PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
S-1 PENDIDIKAN GEOGRAFI
DARUSSALAM BANDA ACEH
2015 


BAB I
PENDAHULUAN
I.1  Latar Belakang
Desa Tungkob adalah sebuah desa yang terletak di Kabupaten Aceh Besar, Kecamatan Darussalam. Desa Tungkob ini sangatlah terikat dengan budaya-budaya lokal, buktinya masih banyak warga-warga gampong Tungkob yang mengadakan acara seperti Kenduri Blang, Kenduri maulid. Kenduri Blang ini biasanya dilakukan Petani setelah mereka sudah memanen semua padi mereka. Biasanya mereka melakukan kegiatan tersebut ditempat dimana mereka memanen padi dan menyantap makanan seadanya yang telah mereka bawa.
Yang terpilih menjadi Pak Geuchik Desa Tungkob adalah Bapak Azhari yang jabatannya dari 2014 - 2020. Hasil perhitungan suara Azhari memperoleh 646 suara, sedangkan Aiyub 263 suara, dan 8 suara dinyatakan rusak. Partisipasi masyarakat juga hampir 75 persen hadir ke DPT untuk memberikan suara.
Masyarakat Tungkob mengharapkan terjadinya berbagai perubahan nantinya di Gampong setelah terpilihnya geuchik yang baru, seperti transparansi keuangan gampong, pendataan penduduk yang lebih tertib dan penataan administrasi pemerintahan gampong yang lebih modern.

I.2  Rumusan Masalah
1.      Apa yang akan terjadi jika desa terbebut di pecah belahkan menjadi dua ?
2.      Kurangnya perhatian dari pemerintah setempat untuk memajukan desa yang tertinggal.



I.3  Tujan dan Manfaat
1.      Mengetahui perkembangan desa dan kota disuatu daerah atau wilayah.
2.      Mengetahui bagaimana aktivitas ekonomi, sosial budaya dan agama di sebuah desa dan kota.
3.      Mengetahui perbedaan apa saja yang ada disebuah desa dengan kota.
4.      Mengetahui bagaimana hubungan interaksi antara desa dengan kota.

I.4  Pengertian Desa dan Kota
A.    Pengertian Desa
Desa adalah kesatuan administratif yang terletak diluar kota. Ada 3 unsur  desa yaitu
1.      Wilayah
2.      Penduduk
3.      Perilaku

B.     Ciri-ciri Desa

1.      Kehidupan masyarakatnya sangat erat dengan alam.
2.      Pertanian sangat bergantung pada musim.
3.      Desa merupakan kesatuan sosial dan kesatuan kerja.
4.      Struktur perekonomian bersifat agraris.
5.      Hubungan antara masyarakat berdasarkan ikatan kekeluargaan yang erat.
6.      Norma agama dan hukum adat masih kuat.
7.      Perkembangan sosial relatif lambat.
8.      Sosial kontol ditentukan oleh moral dan hukum informal.

a)      Jenis-jenis desa
·         Desa Swadaya adalah desa yang masih bersifat tradisional.
·         Desa Swakarya adalah desa yang sedang mengalami transisi.
·         Desa Swasembada adalah desa yang lebih maju, atau bisa dikatana desa yang sudah maju.
C.    Pengertian Kota
Kota adalah kawasan tempat tinggal penduduk dengan bermacam-macam aktivitasnya, baik sosial, ekonomi maupun pemerintahan.

D.    Ciri-ciri kota

·         Terdapat tempat-tempat untuk parkir
·         Terdapat tempat-tempat pertokoan dan pasar
·         Individualisme dan meterlialistis
·         Terdapat tempat-tempat untuk rekreasi dan olahraga
·         Mata pencahariannya non agraris
·         Masyarakatnya heterogen














BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Kondisi Desa Tungkob
Kondisi masyarakat ekonomi, kesehatan, pendidikan desa Tungkop lumayan baik. Karena mungkin desa Tungkob sedikit berada atau mendekati Kota, maksud Kota disini adalah Darussalam. Karena Darussalam itu sudah bisa dikatakan kota karena sudah banyak mempunyai kemajuan dibidang segalah hal.

1.   Kondisi Ekonomi masyarakat desa Tungkob
Rata-rata pencaharian masyarakat desa Tungkob ini adalah sebagai Petani, Peternak, dan ada beberapa di bidang Guru. Pada masa sekarang mungkin pendapatan ekonomi masyarakat Tungkob sudah sedikit membaik dibandingkan dengan yang dulu karena mungkin ada pendatang baru yang menetap di daerah ini dengan kebanyakan gelar Sarjana jadi mungkin itu yang membuat ekonomi masyarakat Tungkob lebih baik dari yang dulu.

2.   Kondisi Sosial dan Budaya masyarakat Tungkob
Kondisi sosial budaya Masyarakat Tungkob masih sangat erat, ini dikarenakan karena sifat kekeluargaan yang masih sangat di junjung tinggi. Contohnya, ketika melaksakan gotong royong, bakti sosial, seluruh masyarakat Tungkon ikut untuk berpartisipasi untuk bergotong royong, serta, rasa tolong menolong yang masih sangat kuat. Kemudian dalam acara pernikahan, atau acara-acara lain masyarakat ini ikut menyukseskan acara tersebut.
 
3.   Kondisi kemajuan Teknologi masyarakat Tungkob
Kondisi Teknologi di masyarakat ini bisa dikatakan baik. kenapa saya bilang begitu ? karena di daerah ini sudah banyak terdapat warnet-warnet yang membuat masyarakat itu mudah dalam hal membuat makalah atau membuat sesuatu yang lain dalam hal bidang pendidikan. Dan juga sudah terdapat Telepon umum, dan toko-toko barang Elektonik.

4.   Kondisi Agama masayarakat desa Tungkob
Masyarakt desa Tungkob ini agamanya masih sangat erat dan fanatik sekali dengan agama Islam. Banyak sekali anak-anak, orang muda, orang tua yang  melakukan pengajian dimasjid-masjid pada malam hari.

2.2 Kondisi Kota Banda Aceh
Kondisi masyarakat yang ada di kota, baik itu dari segi ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial dan pekerjaan mulai terlihat mengalami peningkatan setelah terjadinya tsunami pada tangggal 26-Desember-2004. Bencana tsunami selain meberikan dampak yang negatif, tetapi ada juga dampak yang positif  terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat kota Banda Aceh ini terutama dibidang Ekonomi. mulai terbukanya masyarakat Atjeh terhadap masyarakat luar. Salah satunya banyak Tourist yang berdatangan ke Kota Banda Aceh.

1.   Kondisi Ekonomi Kota Banda Aceh
Sesudah terjadinya tsunami, perekonomian masyarakat Kota Banda Aceh semakin membaik, mulai ada peningkatan, ini dikarenakan banyaknya bantuan dari pihak asing, yang ingin membantu karena terkena bencana Tsunami, hingga sampai sekarang ekonomi Kota Banda Aceh mulai terus mengalami peningkatan. Serta interaksi antara masyarakat kota  ini mulai berjalan dengan lancar, hingga sampai sekarang dengan sudah dibuat jalan raya yang bagus atau sarana transportasi yang cukup baik. Perbedaan yang terletak secara mendasar sekali antara desa dengan kota adalah, Desa adalah penghasil barang pangan, sandang dan kota adalah  yang membuat pangan dan sandang tersebut menjadi suatu benda yang lebih bernilai atau bermutu.


2.   Kondisi sosial dan budaya Kota Banda Aceh
Dulu sebelum Tsunami interaksi masyarakat daerah ini sangat erat dan tradisi-tradisinya, tapi setelah terjadinya Tsunami semua itu sudah agak memudar mungkin yang dikarenakan banyak pengaruh luar atau tradisi orang luar yang membuat itu semua berubah.

3.   Kondisi kemajuan Teknologi Kota Banda Aceh
Kemajuan Teknologi di kota sangat baik setelah terjadinya Tsunami, dengan banyaknya bantuan-bantuan dari luar, seperti pembayaran zakat via  online payment sudah bisa dilakukan melalui online dulu mungkin membayar melalaui baitul mal.
Jadi kota berperan sebagai penjual barang elektronik, sedangkan desa sebagai pembelinya.

4.   Kondisi Agama di Kota Banda Aceh
Perkembangan Agama di kota sudah banyak bervariasi, dengan timbul Agama Kristen dan Agama Hindu. Jadi di kota Banda Aceh yang sekarang tidak lagi sama dengan yang dulu. Adat istiadat yang ada pada masayarakat Kota Banda Aceh sudah memudar hal ini disebabkan oleh banyaknya percampuran masyarakat luar.








BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa, desa adalah kesatuan administratif yang terletak di luar kota, dan kota adalah kawasan tempat tinggal penduduk dengan bermacam-macam aktivitasnya, baik sosial, ekonomi dan pemerintahan. Dan dapat kita bandingkan juga bahwa desa sebagai tempat menyediakan bahan mentah atau hasil pertanian, yang kemudian di jual ke kota. Sedangkan kota sebagai tempat yang menyediakan bahan jadi untuk perlengkapan yang dibutuhkan didesa serta kota sebagai tempat pusat industri, perdagangan, dan sebagai pusat pemerintahan disuatu wilayah.
Jadi Desa dan Kota itu saling membutuhkan natara satu dengan yang lain, soalnya desa tidak berkembang tanpa adanya tenanga dari kota, adapun sebaliknya

B.  Saran

Demikian yang dapat saya sampaikan mengenai makalah ini, semoga bermanfaat bagi pembaca dan pendengar. Dan saya harapkan untuk membaca atau mengambil referensi mengenai pembahasan ini di tempat lain.
Untuk itu, saya harapkan adanya kritik dan saran demi perbaikan makalah ini dimasa yang akan datang.








DAFTAR PUSTAKA

1.      Amroni.2010.Buku Kantong Geografi.Yogyakarta:Pustaka Widyatama.
3.      http://www.ajnn.net/2013/12/azhari-terpilih-jadi-geuchik-tungkop-2014-2020/




Tidak ada komentar:

Posting Komentar