PERBANDINGAN DESA TUNGKOB DENGAN
KOTA BANDA ACEH
KOTA BANDA ACEH
Disusun Oleh:
1406101040039
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
S-1 PENDIDIKAN GEOGRAFI
DARUSSALAM BANDA ACEH
2015
BAB I
PENDAHULUAN
I.1
Latar Belakang
Desa
Tungkob adalah sebuah desa yang terletak di Kabupaten Aceh Besar, Kecamatan
Darussalam. Desa Tungkob ini sangatlah terikat dengan budaya-budaya lokal,
buktinya masih banyak warga-warga gampong Tungkob yang mengadakan acara seperti
Kenduri Blang, Kenduri maulid. Kenduri Blang ini biasanya dilakukan Petani
setelah mereka sudah memanen semua padi mereka. Biasanya mereka melakukan
kegiatan tersebut ditempat dimana mereka memanen padi dan menyantap makanan
seadanya yang telah mereka bawa.
Yang
terpilih menjadi Pak Geuchik Desa Tungkob adalah Bapak Azhari yang jabatannya
dari 2014 - 2020. Hasil perhitungan suara Azhari memperoleh 646 suara,
sedangkan Aiyub 263 suara, dan 8 suara dinyatakan rusak. Partisipasi masyarakat
juga hampir 75 persen hadir ke DPT untuk memberikan suara.
Masyarakat
Tungkob mengharapkan terjadinya berbagai perubahan nantinya di Gampong setelah
terpilihnya geuchik yang baru, seperti transparansi keuangan gampong, pendataan
penduduk yang lebih tertib dan penataan administrasi pemerintahan gampong yang
lebih modern.
I.2
Rumusan Masalah
1. Apa
yang akan terjadi jika desa terbebut di pecah belahkan menjadi dua ?
2. Kurangnya
perhatian dari pemerintah setempat untuk memajukan desa yang tertinggal.
I.3
Tujan dan Manfaat
1. Mengetahui
perkembangan desa dan kota disuatu daerah atau wilayah.
2. Mengetahui
bagaimana aktivitas ekonomi, sosial budaya dan agama di sebuah desa dan kota.
3. Mengetahui
perbedaan apa saja yang ada disebuah desa dengan kota.
4. Mengetahui
bagaimana hubungan interaksi antara desa dengan kota.
I.4
Pengertian Desa dan Kota
A.
Pengertian
Desa
Desa
adalah kesatuan administratif yang terletak diluar kota. Ada 3 unsur desa yaitu
1. Wilayah
2. Penduduk
3. Perilaku
B.
Ciri-ciri
Desa
1. Kehidupan
masyarakatnya sangat erat dengan alam.
2. Pertanian
sangat bergantung pada musim.
3. Desa
merupakan kesatuan sosial dan kesatuan kerja.
4. Struktur
perekonomian bersifat agraris.
5. Hubungan
antara masyarakat berdasarkan ikatan kekeluargaan yang erat.
6. Norma
agama dan hukum adat masih kuat.
7. Perkembangan
sosial relatif lambat.
8. Sosial
kontol ditentukan oleh moral dan hukum informal.
a) Jenis-jenis
desa
·
Desa Swadaya adalah desa yang masih
bersifat tradisional.
·
Desa Swakarya adalah desa yang sedang
mengalami transisi.
·
Desa Swasembada adalah desa yang lebih
maju, atau bisa dikatana desa yang sudah maju.
C.
Pengertian
Kota
Kota
adalah kawasan tempat tinggal penduduk dengan bermacam-macam aktivitasnya, baik
sosial, ekonomi maupun pemerintahan.
D.
Ciri-ciri
kota
·
Terdapat tempat-tempat untuk parkir
·
Terdapat tempat-tempat pertokoan dan
pasar
·
Individualisme dan meterlialistis
·
Terdapat tempat-tempat untuk rekreasi
dan olahraga
·
Mata pencahariannya non agraris
·
Masyarakatnya heterogen
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Kondisi Desa Tungkob
Kondisi
masyarakat ekonomi, kesehatan, pendidikan desa Tungkop lumayan baik. Karena
mungkin desa Tungkob sedikit berada atau mendekati Kota, maksud Kota disini
adalah Darussalam. Karena Darussalam itu sudah bisa dikatakan kota karena sudah
banyak mempunyai kemajuan dibidang segalah hal.
1. Kondisi
Ekonomi masyarakat desa Tungkob
Rata-rata
pencaharian masyarakat desa Tungkob ini adalah sebagai Petani, Peternak, dan
ada beberapa di bidang Guru. Pada masa sekarang mungkin pendapatan ekonomi
masyarakat Tungkob sudah sedikit membaik dibandingkan dengan yang dulu karena
mungkin ada pendatang baru yang menetap di daerah ini dengan kebanyakan gelar
Sarjana jadi mungkin itu yang membuat ekonomi masyarakat Tungkob lebih baik
dari yang dulu.
2. Kondisi
Sosial dan Budaya masyarakat Tungkob
Kondisi
sosial budaya Masyarakat Tungkob masih sangat erat, ini dikarenakan karena
sifat kekeluargaan yang masih sangat di junjung tinggi. Contohnya, ketika
melaksakan gotong royong, bakti sosial, seluruh masyarakat Tungkon ikut untuk
berpartisipasi untuk bergotong royong, serta, rasa tolong menolong yang masih
sangat kuat. Kemudian dalam acara pernikahan, atau acara-acara lain masyarakat
ini ikut menyukseskan acara tersebut.
3. Kondisi
kemajuan Teknologi masyarakat Tungkob
Kondisi
Teknologi di masyarakat ini bisa dikatakan baik. kenapa saya bilang begitu ?
karena di daerah ini sudah banyak terdapat warnet-warnet yang membuat
masyarakat itu mudah dalam hal membuat makalah atau membuat sesuatu yang lain
dalam hal bidang pendidikan. Dan juga sudah terdapat Telepon umum, dan
toko-toko barang Elektonik.
4. Kondisi
Agama masayarakat desa Tungkob
Masyarakt
desa Tungkob ini agamanya masih sangat erat dan fanatik sekali dengan agama
Islam. Banyak sekali anak-anak, orang muda, orang tua yang melakukan pengajian dimasjid-masjid pada malam
hari.
2.2 Kondisi Kota Banda Aceh
Kondisi
masyarakat yang ada di kota, baik itu dari segi ekonomi, pendidikan, kesehatan,
sosial dan pekerjaan mulai terlihat mengalami peningkatan setelah terjadinya
tsunami pada tangggal 26-Desember-2004. Bencana tsunami selain meberikan dampak
yang negatif, tetapi ada juga dampak yang positif terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat kota
Banda Aceh ini terutama dibidang Ekonomi. mulai terbukanya masyarakat Atjeh
terhadap masyarakat luar. Salah satunya banyak Tourist yang berdatangan ke Kota
Banda Aceh.
1. Kondisi
Ekonomi Kota Banda Aceh
Sesudah
terjadinya tsunami, perekonomian masyarakat Kota Banda Aceh semakin membaik,
mulai ada peningkatan, ini dikarenakan banyaknya bantuan dari pihak asing, yang
ingin membantu karena terkena bencana Tsunami, hingga sampai sekarang ekonomi
Kota Banda Aceh mulai terus mengalami peningkatan. Serta interaksi antara
masyarakat kota ini mulai berjalan
dengan lancar, hingga sampai sekarang dengan sudah dibuat jalan raya yang bagus
atau sarana transportasi yang cukup baik. Perbedaan yang terletak secara
mendasar sekali antara desa dengan kota adalah, Desa adalah penghasil barang
pangan, sandang dan kota adalah yang
membuat pangan dan sandang tersebut menjadi suatu benda yang lebih bernilai
atau bermutu.
2. Kondisi
sosial dan budaya Kota Banda Aceh
Dulu
sebelum Tsunami interaksi masyarakat daerah ini sangat erat dan
tradisi-tradisinya, tapi setelah terjadinya Tsunami semua itu sudah agak
memudar mungkin yang dikarenakan banyak pengaruh luar atau tradisi orang luar
yang membuat itu semua berubah.
3. Kondisi
kemajuan Teknologi Kota Banda Aceh
Kemajuan
Teknologi di kota sangat baik setelah terjadinya Tsunami, dengan banyaknya
bantuan-bantuan dari luar, seperti pembayaran zakat via online payment sudah bisa dilakukan melalui
online dulu mungkin membayar melalaui baitul mal.
Jadi
kota berperan sebagai penjual barang elektronik, sedangkan desa sebagai
pembelinya.
4. Kondisi
Agama di Kota Banda Aceh
Perkembangan
Agama di kota sudah banyak bervariasi, dengan timbul Agama Kristen dan Agama
Hindu. Jadi di kota Banda Aceh yang sekarang tidak lagi sama dengan yang dulu.
Adat istiadat yang ada pada masayarakat Kota Banda Aceh sudah memudar hal ini
disebabkan oleh banyaknya percampuran masyarakat luar.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari
penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa, desa adalah kesatuan
administratif yang terletak di luar kota, dan kota adalah kawasan tempat
tinggal penduduk dengan bermacam-macam aktivitasnya, baik sosial, ekonomi dan
pemerintahan. Dan dapat kita bandingkan juga bahwa desa sebagai tempat
menyediakan bahan mentah atau hasil pertanian, yang kemudian di jual ke kota.
Sedangkan kota sebagai tempat yang menyediakan bahan jadi untuk perlengkapan
yang dibutuhkan didesa serta kota sebagai tempat pusat industri, perdagangan,
dan sebagai pusat pemerintahan disuatu wilayah.
Jadi
Desa dan Kota itu saling membutuhkan natara satu dengan yang lain, soalnya desa
tidak berkembang tanpa adanya tenanga dari kota, adapun sebaliknya
B. Saran
Demikian yang dapat saya sampaikan mengenai makalah
ini, semoga bermanfaat bagi pembaca dan pendengar. Dan saya harapkan untuk
membaca atau mengambil referensi mengenai pembahasan ini di tempat lain.
Untuk itu, saya harapkan
adanya kritik dan saran demi perbaikan makalah ini dimasa yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
1. Amroni.2010.Buku
Kantong Geografi.Yogyakarta:Pustaka Widyatama.
3. http://www.ajnn.net/2013/12/azhari-terpilih-jadi-geuchik-tungkop-2014-2020/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar